Rute Keliling Kota Phnom Penh dengan Tuk-tuk


Phnompenh Map

Phnompenh Map

Salah satu informasi penting yang diperlukan wisatawan dalam berkunjung ke sebuah kota adalah rute yang efisien untuk mencapai tempat-tempat wisata yang must-see dikota tersebut. Kadang kala ketiadaan informasi itu, menyebabkan uang dan waktu terbuang cukup banyak karena harus bolak balik atau bahkan tempat yang  bagus jadi terlewatkan.

Di kota Phnom Penh, kendaraan yang dapat dimanfaatkan untuk berkeliling kota tanpa menguras kantong adalah Tuk-tuk. Kita bisa menyewanya dalam hitungan jam atau harian, tentu saja dengan harga yang disepakati bersama. Tuk-tuk cukup nyaman digunakan, karena penuh angin hehehe, sebenarnya karena di Phnom Penh belum tersedia jaringan bus.

Rute ini bisa disesuaikan dengan tempat wisata yang bagi Anda adalah must-see di kota Phnom Penh, sehingga mungkin ada tempat-tempat yang bisa diskip, jika tidak sesuai dengan Anda.

Untuk start kita bisa mulai dari Monumen Persahabatan Vietnam dan berakhir di Russian Market, mulai dari pagi hari hingga sore.

Monumen Persahabatan Vietnam

Monumen yang tidak jauh dari tepian sungai Mekong ini berada di sudut jalan Suramarit Boulevard dan Sothearos Boulevard dengan taman yang luas. Nyaman untuk sekedar duduk-duduk memperhatikan orang yang sedang berolahraga saat pagi atau sore hari. Beberapa obyek menarik ada di sini seperti monumennya sendiri, atau patung-patung seni, di sisi sebelah barar terdapat sebuah Pagoda dengan tampilan depan cukup menarik untuk difoto. Disisi utara adalah dinding Silver Pagoda. Uniknya di dalam masyarakat Kamboja, monumen ini bersifat kontroversial karena sebagian orang Khmer tidak menganggap Vietnam sebagai sahabat mereka mengingat apa yang terjadi sebagai bagian dari sejarah.

Samdech Hun Sen Park

Di bagian selatan dan bersisian dengan taman Monumen Persahabatan Vietnam, terdapat taman lain dengan nama yang sama dengan Perdana Menteri Kamboja saat ini. berada yaitu berada di Suramarit Boulevard. Di sisi bagian baratnya terdapat patung tokoh Khmer yang terkenal yaitu Samdech Choun Nath. Dari taman ini Anda bisa melihat keberadaan Naga World, sebuah pusat perbelanjaan terkenal di pinggir Sungai Mekong.

Independence Monument

Independence Monument

Independence Monument

Kunjungan bisa dilanjutkan ke Independence Monument yang terlihat menjulang tinggi di tengah bundaran yang menghubungkan jalan-jalan utama yaitu Norodom Boulevard dan Sihanouk Boulevard. Monumen ini juga menjadi salah satu icon negara Cambodia, biasanya dijadikan  pusat penyelenggaraan peringatan Kemerdekaan Cambodia, yang diperingati setiap tanggal 9 November. Sebaiknya Anda tidak berhenti pada bundaran, karena mengganggu lalu lintas yang padat. Cukup berhati-hati dan berhenti di salah satu sudut jalan yang tidak terlalu ramai untuk mengambil foto.

Bangunan-bangunan Megah di Norodom Boulevard

Selanjutnya, susurilah jalan utama Norodom Boulevard yang dipenuhi dengan bangunan-bangunan megah dan rumah yang bergaya mansion. Kalau Anda suka dengan arsitektur, temukanlah beberapa bangunan yang bercirikan bangunan kolonial Perancis. Sangat menarik untuk diamati.

Royal Palace dan Silver Pagoda (direkomendasikan)

Lanjutkan perjalanan kembali ke arah Sothearos Boulevard dan berhenti tepat di pintu gerbang Royal Palace. Walaupun tidak semua tempat bersifat untuk public, Royal Palace merupakan  tempat tinggal Raja Kamboja Norodom Sihamoni beserta keluarganya, Di dalam kompleks ini juga terdapat Bangunan Utama yang didalamnya terdapat Ruang Tahta. Selain itu terdapat Silver Pagoda, yang merupakan tempat resmi keluarga kerajaan mengadakan upacara-upacara keagamaan. Sebelumnya cek dahulu apakah Royal Palace dan Silver Pagoda dapat dikunjungi saat itu, karena bisa saja ada upacara kenegaraan atau upacara keagamaan. Selama periode duka, 3 bulan setelah mangkatnya Bapa Raja Norodom Sihanouk pada tanggal 15 Oktober 2012, sepertinya Royal Palace ditutup untuk umum. Biasanya Royal Palace buka setiap hari antara jam 08.00 – 11.00 dan 14.00 – 17.00. Dengan biaya 6.25USD seluruh bangunan di dalam kompleks Royal Palace yang dibuka untuk umum dapat dilihat. Perhatikan kode etik busana yang harus sopan yang diterapkan disini. Di beberapa tempat seperti Throne Room dan Emerald Buddha tidak diperkenankan untuk mengambil foto. Lebih baik datang di pagi hari atau menjelang tutup untuk menghindari panasnya sinar matahari. Untuk berkeliling menikmati ke seluruh bagian bangunan, bisa menghabiskan minimal 1.5 – 2 jam.

National Museum (direkomendasikan)

National Museum

Di pintu keluar dari Silver Pagoda, minta tuk-tuk Anda untuk mengarah sedikit ke utara untuk ke National Museum, yang sebenarnya masih bersebelahan dengan Royal Palace. Disini banyak peninggalan-peninggalan berupa patung-patung dan karya seni sejarah yang luar biasa. Nikmati taman yang ada di dalam National Museum. Perhatikan bahwa di dalam Museum dilarang melakukan pemotretan benda-benda bersejarah, namun selama di taman tidak masalah untuk berfotoria.

Warung Bali (direkomendasikan)

Keluar dari National Museum, jika sudah waktu makan, mampirlah ke Warung Bali yang terletak di jalan 178, sejajar dengan arah keluar National Museum ke Sothearos Boulevard (kearah Sungai Tonle Sap). Warung Bali yang dikomandani oleh Pak Pirdaos dan Pak Kasmin, menyediakan berbagai makanan Indonesia yang sejati dan terkenal lezat serta Halal! Terutama bagi yang kangen makanan Indonesia. Tidak jauh dari situ dengan berjalan kaki sedikit Anda bisa melihat berbagai toko yang menjual barang-barang antik.

Riverfront at Sisowath Quay (direkomendasikan)

Tempat ini, yang terletak tepat di pinggir sungai Tonle Sap, merupakan tempat terkenal untuk duduk-duduk sambil melihat kegiatan hilir mudik turis dan orang lokal di waktu sore, menjelang malam atau ketika malam tiba. Merupakan tempat kebanyakan turis (terutama dari Barat) untuk hangout. Tersedia banyak sekali restoran, café, bar, dan toko-toko. Anda bisa melihat jajaran bendera-bendera Internasional yang berkibar-kibar sepanjang pinggir sungai ini. Saat sunrise, juga banyak orang berolahraga disini sambil menyaksikan matahari terbit. Indah sekali. Bila Anda datang sekitar Desember, angin terasa cukup dingin.

Wat Ounalom (direkomendasikan)

Kearah utara Sisowath Quay akan bertemu kembali dengan Sothearos Boulevard, disini terdapat Wat Ounalom yang menarik untuk didatangi dan memiliki karya lukisan dan pahatan indah dengan detil-detil cantik dalam setiap gedungnya. Bagi Anda yang menyukai keindahan detail dari sebuah tempat ibadah, Wat Ounalom merupakan salah satu tempat yang harus dikunjungi.

Central Market (direkomendasikan)

Berbelok kekiri dari Preah Sisowath Quay Boulevard ke Jalan 130 atau Khemarak Phomin, bisa disaksikan gedung-gedung peninggalan kolonial Perancis yang belum dipugar. Cukup menarik untuk diamati dan di ujung jalan 130 tersebut terdapat Central Market yang terkenal dengan arsitekturnya yang bergaya Art-Deco. Central Market ini merupakan salah satu tempat tujuan wisata, bukan untuk berbelanja, tetapi untuk mengamati keindahan arsitekturnya, karena bangunan ini merupakan salah satu landmark kota Phnom Penh. Cobalah untuk masuk ke dalamnya, dan berbelanja jika Anda tertarik, walaupun tidak berbelanja pun tidak apa-apa. Namun perlu hati-hati dengan barang-barang bawaan Anda sendiri agar tidak di’pinjam’ oleh orang yang tidak berhak. Central Market ini memiliki langit-langit yang tinggi dan melengkung dengan indahnya.

Wat Phnom (direkomendasikan)

Dari Central Market, Anda bisa kembali ke jalan Norodom Boulevard. Diujungnya, menjulang di atas bukit, terdapat Wat Phnom. Dengan membayar sekitar 2USD, Anda dapat mencapai Pagoda yang berada di atas dan dapat menikmati taman yang mengelilinginya. Anda bisa berjalan-jalan sambil mengenang seorang perempuan yang berjasa telah memulai kota Phnom Penh (dan dengan tujuan itulah Wat Phnom didirikan) sambil bersikap waspada terhadap kera-kera yang ada di sekitar situ. Patung perempuan Penh dapat Anda temui di taman di hadapan Wat Phnom, yang berada di sebelah kedutaan besar Amerika Serikat yang sangat luas.

Post Office

Sempatkan untuk berputar sedikit dari Wat Phnom kembali kearah Sungai, Anda dapat melihat bangunan Kantor Pos yang secara arsitektur, sangat menarik untuk dinikmati.

National Library and Raffles Hotel le Royal

Kembali ke bundaran Wat Phnom, jika Anda berbelok kearah Jalan 92, akan terlihat National Library dan sebuah gedung yang menjadi iconic yaitu Raffles Hotel Le Royal di sebelah kanan jalan.

Masjid International  

Jika Anda muslim, sempatkan untuk mampir dan beribadah di Mesjid Internasional yang sudah tidak jauh lagi. Anda hanya perlu berbelok ke kanan, menyusuri Monivong Boulevard yang padat kemudian berbelok ke kiri ke jalan 86 (Moat Chrouk). Tepat di ujung jalan dan dipinggir danau Boeng Kak, mesjid itu berlokasi.

Train Station

Kembali menyusuri Monivong Boulevard, Anda dapat melihat di sebelah kanan terdapat gedung Stasion Kereta yang juga bergaya Art-deco. Catat tempatnya, bila memiliki waktu perjalanan yang cukup banyak, tidak salahnya untuk  mencoba kereta dari Phnom Penh ke Battambang. Pasti merupakan pengalaman yang menarik.

Gedung-gedung Pemerintahan

Sempatkan sejenak untuk berbelok ke kanan setelah melihat station kereta api, Anda akan menyusuri jalan Konfederasi Russia, Anda akan melihat gedung-gedung pemerintahan dan parlemen yang megah dengan taman cantik di depannya.

Olympic Stadium

Kembali ke Monivong Boulevard yang sibuk, hingga persimpangan besar dan berbelok ke Jalan 217, kemudian teruskan perjalanan Anda hingga persimpangan jalan Monireth, dan kemudian berbelok ke kiri kearah Sihanouk Boulevard. Pemandangan di sebelah kiri adalah Olympic Stadium, yang merupakan karya Van Molyvann rea. Di dekatnya terdapat City Mall Shopping Center

Wat Lanka

Jika Anda terus menyusuri Sihanouk Boulevard, di sepanjang jalan terlihat pertumbuhan gedung-gedung perkantoran yang menandakan ekonomi Cambodia terus menggeliat, hingga ke ujung, Anda kembali dapat melihat Independence Monument. Berbeloklah ke kanan kearah Jalan 51 untuk kembali berputar ke Sihanouk Boulevard, di ujung jalan Anda akan menjumpai Wat Lanka, yaitu sebuah tempat dimana pendeta-pendeta Buddha mengadakan kelas-kelas meditasi  di malam hari. Jika Anda tertarik, tidak salahnya untuk mencoba.

Tuol Sleng (direkomendasikan)

Dari Wat Lanka, lanjutkan perjalanan menuju Jalan 278, dan berbelok kekiri yaitu Jalan 63. Jalan ini merupakan jantungnya Boeng Keng Kang, pusat-pusat LSM internasional. Berbelok ke kanan ke Jalan 310 melintasi Monivong Boulevard lagi dan melewati sebuah kanal, kemudian berbelok ke kiri Jalan 113, Anda akan sampai pada Museum Tuol Sleng, sebuah tempat yang menyedihkan dan mengerikan, karena mengenang pembantaian (genosida) yang dilakukan oleh Khmer Merah. Diperlukan persiapan mental yang kuat untuk mengunjungi museum ini. Jika Anda seorang yang penakut namun ingin mencoba, sebaiknya Anda mengunjungi pada tengah hari, hingga aura kesuramannya tidak terlalu terasa, walaupun saya tidak dapat menjaminnya.

Russian Market

Perjalanan Anda dapat dilanjutkan dengan mengarah ke selatan di Jalan 113 hingga bertemu dengan Mao Tse Tung Boulevard, kemudian berbelok kekanan hingga bertemu dengan sebuah persimpangan dengan Jalan 163, berbelok ke kiri, tidak lama kemudian di sebelah kiri Anda terdapat Russian Market yang terkenal sebagai tempat belanja dengan harga yang sangat terjangkau.

Tour de Phnom Penh berakhir disini atau jika masih ada waktu, bisa dilanjutkan ke Cheoung Ek, yaitu the Killling Field, 15 km di luar kota Phnom Penh untuk melengkapi perjalanan ke Tuol Sleng. Untuk ini biasanya pengemudi tuk-tuk meminta bayaran extra. Selamat berkeliling kota!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s