Sebuah Impian Sederhana untuk Cambodia


Dari sebuah gedung sekolah yang sederhana dan senantiasa kebanjiran di musim hujan dengan prasarana yang seadanya, disana sini perlu perbaikan dengan dana yang cukup besar, lingkungan sekitar yang tidak bersahabat, masyarakat sekitar yang miskin, sekolah dengan tenaga pengajar yang dibayar secukupnya, dengan murid-murid yang cukup antusias datang belajar namun tak terhindarkan apabila orangtuanya memutuskan untuk menghentikannya dari sekolah…

… menjadi sekolah rujukan nasional, berlantai tiga, megah, dengan dukungan kurikulum terbaik, sarana dan prasarana yang sangat mendukung, murid-murid yang berseragam keren, berlomba-lomba menjadi yang terbaik, dengan lingkungan masyarakat yang senantiasa menjadi percontohan dan alam sekitar yang terpelihara dengan baik. Sebuah tempat yang tidak hanya berfungsi sebagai sekolah tetapi juga sebagai tempat rujukan pelatihan ketrampilan masyarakat, mengelola kehijauan lingkungan hidup dan sumber daya air.

Sebuah rujukan nasional.

Berani menggambarkannya, menuliskannya dan mengungkapkan sebuah impian sederhana untuk Cambodia. Membuat airmata bisa menetes sendiri, perasaan dan hati yang terus seperti diremas-remas dan hancur karena hingga sekarang seperti belum bergerak apa-apa. Rasanya hanya berputar di tempat yang sama padahal waktu berjalan. Setiap detakan jantung, waktu semakin berkurang.

Dan airmata tumpah ketika membaca resensi film: We Can’t Change the World. But, We Wanna Build a School in Cambodia. Mengapa serupa? Mengapa seorang kenalan telah menyampaikan informasi ini? Dan sejuta pertanyaan mengapa lainnya yang pada ujungnya hanya memperkuat impian ini seakan minta segera diwujudkan.

Apakah yang tidak mungkin bagi Tuhan? Untuk sebuah impian indah bagi kehidupan manusia termasuk lingkungan alam, pasti ada jalan yang terbuka. Ada banyak orang lain yang bisa mewujudkan keindahan impian mereka dengan kadar keluarbiasaan.

Hanya perlu sebuah sikap. Sebuah tindakan kecil, melangkah… maju, naik ke tangga, tidak perlu melihat ujung tangga itu selesai atau tidak, melangkah dulu, naik dulu… Berbuat apa saja untuk melangkah maju, memulai. Lagi dan lagi…

Lautan impian itu terbentang di depan mata, menari-nari tak henti di benak pikiran dan kini harus bertanggungjawab telah menghidupkannya.

Tak henti aku berbisik memohon… Tuhan, tolong bantu aku mewujudkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s