Waktu Terbaik Berwisata ke Kamboja


Kamboja yang terletak di bagian tenggara dari dataran benua Asia, antara 10 hingga 15 derajat lintang utara dan 102 hingga 108 derajat Bujur Timur, sudah dipastikan beriklim tropis seperti negara-negara Asia Tenggara lainnya. Sebagai akibat dari kondisi alamnya yang sebagian besar terdiri dari dataran rendah, dan juga karena tekanan dari perairan di Teluk Thailand yang luas, menyebabkan iklim Kamboja lebih banyak diwarnai dengan musim monsoon yang panjang antara musim hujan dan musim kemarau dengan suhu rata-rata berkisar 21 hingga 35 derajat Celcius.

Pada dasarnya, kalender cuaca di Kamboja memiliki pembagian sebagai berikut:

A.   Bulan November – Februari merupakan periode monsoon yang menuju musim kemarau yang kering. Terbaik untuk berwisata ke Kamboja

B.   Bulan Maret hingga Mei merupakan musim kemarau, mencapai puncaknya pada bulan April.

C.   Bulan Juni hingga Agustus merupakan periode monsoon yang menuju musim penghujan yang basah

D.   Bulan September – Oktober merupakan musim penghujan. Menjelang akhir musim, bagi yang suka fotografi, saat ini juga merupakan salah satu waktu yang tepat untuk berwisata ke Kamboja.

1) November – Februari : Sejuk dan kering

Periode bulan November hingga Februari sebenarnya masuk pada periode monsoon yang menuju musim kemarau. Curah hujan sudah berkurang walaupun masih sering terjadi terutama pada akhir Oktober hingga awal November. Rata-rata suhu di sebagian besar daerah di Kamboja sekitar 20 derajat, kadang bisa jatuh di bawah 20 derajat pada malam hari.

Periode November hingga Februari ini merupakan saat yang sangat baik untuk berwisata ke Kamboja, dengan waktu terbaiknya pada bulan Desember dan January untuk seluruh daerah di Kamboja. Siang hari hangat dan nyaman, langit bersih, hujan jarang terjadi, banyak angin sepoi-sepoi dan kondisi malam yang sejuk. Sangat ideal untuk mengunjungi pantai di Sihanoukville. Juga sangat ideal untuk menjelajahi kompleks candi Angkor, di Siem Reap.

Selama periode ini, candi-candi di Angkor terlihat sangat indah dan cantik untuk difoto. Di depan Candi terdapat kolam yang memantulkan secara keseluruhan bangunan Candi, tumbuhan dan rumput berwarna hijau dan batu-batu Candi yang terlihat basah merupakan paduan warna yang menakjubkan.

Jika Anda menyukai fotografi, kondisi cuaca periode ini sangat cocok untuk membuat foto yang luar biasa. Hujan yang mungkin terjadi akan membersihkan udara, langit tampak jernih dibandingkan dengan udara yang keabu-abuan saat musim kemarau. Pengambilan gambar pemandangan atau hamparan padi di sawah bisa tampil menarik. Di bulan-bulan ini, bila Anda mengambil foto jarak jauh dari ketinggian puncak Phnom Bakheng (tidak jauh dari Angkor Wat), untuk memotret kemegahan Angkor Wat dalam kilauan cahaya matahari sunset, Anda akan mendapatkan foto yang luar biasa. Kata ahli fotografi, waktu ini terbaik untuk menggunakan lensa 400mm, silahkan coba jika memilikinya haha.

Suhu cukup dingin terasa di daerah pegunungan seperti Mondulkiri, daerah timur laut Kamboja. Jika Anda mengunjungi daerah ini sekitar bulan Desember, bersiaplah dengan pakaian hangat.

Di Bulan Desember, angin yang bertiup di sekitar Candi terasa sejuk atau cukup dingin buat orang yang terbiasa hidup di equator, ditambah dengan kehijauan rimbunnya pohon-pohon sekitar kompleks candi serta air danau yang terisi, membuat perjalanan wisata di kompleks Angkor berjalan nyaman. Walaupun demikian, payung atau topi tetap diperlukan untuk membantu menahan sinar matahari yang tetap bersinar kuat. Tidak berbeda dengan keadaan di Siem Reap, biasanya angin pagi terasa cukup dingin di Phnom Penh, sehingga diperlukan celana panjang training jika Anda berolahraga sepanjang riverside Sungai Mekong.

Pada bulan Februari, matahari mulai terasa terik dengan suhu yang meningkat secara perlahan.

2) Maret – Mei: Panas dan Kering.

Meningkatnya suhu makin terasa pada bulan Maret serta memuncak saat bulan April hingga Mei sebelum kembali memasuki musim monsoon yang basah.

Kalaupun terjadi hujan, volume curah hujannya sedikit dan singkat. Frekuensi kekeringan semakin meningkat dalam bulan-bulan ini. Permukaan air sungai dan danau menjadi sangat rendah yang mengakibatkan perjalanan wisata dengan  perahu atau ferry di sungai lebih sulit, kurang bisa diandalkan dan bisa memakan waktu (cukup signifikan lamanya).

Di sisi lain, perjalanan darat dengan bus, taksi/mobil atau sepeda motor jauh lebih mudah dan bisa lebih diandalkan karena curah hujan yang sangat sedikit, kondisi jalan yang kering dan dapat dilalui dengan lebih baik.

Pertengahan bulan April suhu bisa melonjak hingga di atas 30 hingga menjelang 40 derajat, terutama di daerah pedalaman seperti Siem Reap. Situasi menjadi sangat tidak bersahabat, angin kurang atau bahkan tidak ada, matahari bisa sangat terik serta udara yang sangat kering.

Bila Anda mengunjungi floating Village pada musim kemarau ini, Anda bisa menyaksikan rumah-rumah panggung menjulang di ketinggian kakinya (yang pada musim hujan, air naik hingga batas tangganya). Anda juga bisa melihat dataran yang tampak tak terurus (karena pada saat musim hujan, daerah ini tertutup oleh air). Bisa jadi Anda tidak percaya jumlah ketinggian air yang naik.

Periode ini masih menyisakan waktu yang cukup nyaman untuk mengunjungi daerah pantai seperti Sihanoukville, Kep atau daerah wisata pantai lainnya. Tentunya apabila dilakukan pada bulan April, kulit Anda dijamin menjadi tanned karena terbakar sinar matahari yang terik. Jika kulit tidak ingin terbakar, daerah pegunungan di sebelah utara dan timur laut bisa dijadikan pilihan.

Berwisata menjelajahi kompleks Angkor bisa menjadi sangat melelahkan jika dilakukan pada bulan April karena panasnya luar biasa yang tanpa angin. Kalaupun ada, angin terasa panas. Topi, payung dan bekal air minum merupakan hal yang harus dibawa kemanapun kita pergi. Situasi dan kondisi yang dimana-mana terlihat sama: banyak debu, tanah kering atau kekeringan yang berwarna kecoklatan.

3) Juni – Agustus: Panas dan Basah.

Matahari tetap bersinar terik, walaupun suhunya perlahan menurun menuju sedang/moderate. Kadangkala hujan yang terjadi pada akhir bulan Mei atau awal Juni menunjukkan Kamboja kembali memasuki periode monsoon, yang membawa angin lembab dari Teluk Thailand dan berlangsung dari bulan Juni hingga Agustus.

Udara antara panas ke sejuk. Terik matahari tetap terasa bila Anda mengunjungi Angkor Wat sejak pagi hingga tengah hari. Anda tetap memerlukan topi, payung dan air minum untuk menahan teriknya matahari dalam periode ini.

Di sebagian daerah, hujan yang turun pada periode musim monsoon ini cukup dapat diprediksi, yang biasanya terjadi pada sore atau malam hari. Hujan sore hari biasanya berlangsung tidak lebih dari beberapa jam sehingga cukup mudah untuk melakukan scheduling atau pengaturan perjalanan wisata Anda, terutama bila Anda berencana untuk mengunjungi kompleks Candi Angkor yang luas.

Curah hujan yang sekalinya turun di bulan Juli bisa dikatakan deras, terlihat dari awan yang hitam pekat menggantung dan luas menaungi tanah Kamboja. Padahal saat itu belum bisa dikatakan puncaknya musim hujan. Namun pola hujan cenderung berbeda di sepanjang pantai dan kota-kota di pinggir pantai, karena umumnya di sana lebih sering terjadi hujan.

4) September – awal November: Sejuk dan basah.

Pada bulan September hujan turun teratur dengan intensitas lebat. Bulan September hingga awal Oktober, Kamboja biasanya mengalami musim hujan yang berkepanjangan yang bisa menyebabkan banjir. Ketika mencapai puncaknya, hujan dapat berlangsung sangat lama. Tetapi anehnya, kadang daerah pantai tidak turun hujan sama sekali.

Suhu udara sedang/moderate, tidak dingin sekali hingga Oktober atau November, tetapi tetap lebih sejuk daripada bulan-bulan panas sebelumnya. Pada bulan September, suhu berkisar sedikit di atas 30 derajat dan secara perlahan menurun. Pada bulan Oktober, pada siang hari sekitar 30 derajat atau sedikit di bawahnya.

Di musim hujan, permukaan air sungai Mekong maupun Tonle Sap, dua sungai besar yang ada di Kamboja, naik secara signifikan sehingga biasanya menyebabkan banjir di dataran-dataran rendah. Bila Anda pergi pada bulan-bulan ini, siapkan plan B saat berwisata ke kompleks Candi Angkor atau daerah sekitarnya karena kondisi jalan bisa terputus karena banjir (atau bisa saja tetap meneruskan wisata dengan menikmati serunya menembus banjir) atau Anda bisa menggantinya dengan mengunjungi floating village, sebuah perkampungan nelayan di pinggir Danau Tonle Sap.

Air sungai yang tinggi membuat wisata dengan perahu lancar dan mudah (periode ini merupakan waktu terbaik untuk mencoba pelayaran dari Siem Reap ke Battambang, yang katanya memiliki pemandangan terindah jika melakukan perjalanan dengan perahu di danau Tonle Sap dan tentu saja trip yang ini turisnya lebih sedikit dibandingkan daerah wisata lain).

Kamboja bagian timur laut, bagian utara dan barat daya merupakan daerah pegunungan, yang memiliki udara yang cukup nyaman. Jika Anda melakukan trekking di daerah ini, sebaiknya tidak dilakukan pada musim hujan, karena jalur trekking menjadi sangat berbahaya karena licin.

Musim hujan juga menjadi penghalang besar bila Anda memilih berkunjung ke tempat wisata yang akses jalannya belum baik. Kondisi jalan-jalan itu biasanya masih berupa tanah yang diperkeras dan kadang berbatu, yang dalam kondisi hujan, sangat sulit dilewati, kecuali Anda menyewa mobil dengan fasilitas 4-wheel drive dan pengemudi yang trampil serta mengetahui benar kondisi jalannya.

Bagi yang suka dengan fotografi, menjelang berakhirnya musim hujan merupakan salah satu waktu terbaik untuk berwisata dan mengambil foto pemandangan dan kehidupan sosial di pedesaan Kamboja. Serupa dengan keadaan di Indonesia, di daerah pedesaan di luar kota, tampak hamparan sawah dengan kehijauan padi muda yang baru tumbuh di antara air yang jernih. Hutan tampak basah dan situasi kehidupan pedesaan sangat menarik untuk diambil gambarnya.

Periode ini bukan merupakan waktu favorit bagi turis kebanyakan. Jumlah turis yang mengunjungi Candi dan daerah wajib lainnya biasanya tidak banyak, oleh karenanya biasanya harganya bisa lebih terjangkau dan dapat dinegosiasi lebih baik.

Menjelang akhir bulan Oktober, frekuensi hujan turun secara drastis, bahkan biasanya hujan sudah mendekati berhenti total. Sejalan dengan berakhirnya musim hujan, dimulailah waktu yang tepat untuk berwisata lagi ke Kamboja. Peak season dimulai… Mari jalan-jalan ke Kamboja🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s