Tonle Bati, Tempat Wisata di sekitar Phnom Penh


Rasanya tidak pernah kehabisan tempat untuk berwisata di sekitaran Phnom Penh. Kali ini saya datangi adalah Tonle Bati, Candi Ta Prohm, Yeay Peov dan Wat Tonle Bati yang berada sekitar 30km ke selatan Phnom Penh ke arah Takeo. Dengan menggunakan tuk-tuk perlu sekitar satu jam tiga puluh menit untuk sampai ke sana, tentu saja akan sampai lebih cepat apabila menggunakan mobil.

Dari tempat menginap di sekitaran Riverside, supir tuk-tuk menembus kota Phnom Penh melalui jalan-jalan besar, melewati taman Tugu Persahabatan Cambodia – Vietnam kemudian melewati Monumen Independence dan terus menyusuri jalan yang terdapat banyak gedung kedutaan negara-negara sahabat. Sambil mengemudi, dia sempat menunjukkan gedung lama US Embassy yang sangat berbeda dengan gedung barunya yang sangat luas di dekat Wat Phnom. Saya teringat sejarah Cambodia bahwa jalan-jalan ini merupakan saksi bisu kebingungan dan ketakutan penduduk kota maupun warga Negara asing ketika regim Khmer Merah menguasainya di tahun 1975. Makin kearah luar kota, gedung-gedung yang sebelumnya berhalaman luas berganti menjadi deretan toko-toko yang semakin rapat. Jalanan juga semakin sempit dan berdebu. Sepeda motor semakin banyak bercampur dengan tuk-tuk, mobil, truk dan berbagai kendaraan lainnya.

Gedung-gedung semakin jarang dan mulai tergantikan dengan pemandangan sawah, menandakan Phnom Penh sudah tertinggal di belakang. Ketika kendaraan sedikit tersendat karena ada pasar, di pinggir jalan tampak ibu-ibu pedagang menawarkan sosis yang digantung begitu saja pada sebuah gantungan besi yang tidak tertutup. Sosis babi itu tergantung hingga hampir menyentuh tanah, padahal debu terasa sekali beterbangan di udara. Tidak terbayangkan tebalnya debu yang menempel pada sosis itu. Namun kelihatannya antara penjual dan pembeli tampak saling menikmati, saling membantu tanpa ada yang merasa sakit.

Dari Phnom Penh dengan menyusuri jalan National Road 2 di sekitar km35 di sebelah kanan jalan terdapat sebuah gerbang untuk masuk ke daerah ‘Tonle Bati Tourism Site’. Inilah tempat wisata Tonle Bati, yang secara resmi berada di Thnal Teaksin Village, Krang Thnoung Commune, Bati District. jalan masuknya yang diapit persawahan hijau di kanan kirinya sepanjang 2 kilometer ke dalam. Tonle Bati sendiri merupakan tempat wisata lokal yang ramai dikunjungi pada akhir pekan untuk kegiatan memancing, berenang dan bersantai karena berada di pinggir sungai Bati dan berudara segar. Di dalam kompleks itu, terdapat pula Ta Prohm dan Yeay Peau Temples serta sebuah pagoda Wat Tonle Bati.

Harga tiket masuk USD3 dan saya diberikan selembar kertas yang tampaknya juga berfungsi sebagai menu. Saya tidak bisa membacanya karena tercetak dalam tulisan Khmer. Hanya ada tulisan Coca Cola 10$, Asahi Beer 14$, ABC Beer 30$. Coca Cola 10$? Mahal sekali. Di Angkor Wat saja USD1  Tidak banyak turis, baik lokal maupun asing, mungkin karena hari itu adalah hari Senin., Namun saya langsung merasakan kenyamanan ketika memasuki area Tonle Bati. Udaranya memang segar dengan pohon-pohon yang rimbun.

Ta Prohm Temple

Tuk-tuk berhenti di dekat pintu masuk Ta Prohm Temple dan ia akan menunggu saya di depan Wat Tonle Bati yang tak jauh dari situ. Saya menuju Ta Prohm dan langsung diikuti oleh sekelompok anak-anak kecil.

Menurut sejarah, Candi Ta Prohm yang memiliki nama sama dengan Candi yang berada di Angkor Wat ini, dibangun dengan gaya Angkorian Bayon, oleh Raja Jayavarman VII pada abad 12-13 sebagai tempat ibadah Hindu Brahma dan Buddha. Memiliki ketinggian sekitar 11 meter dan ukuran panjang 42 meter dari Timur ke Barat dan 36 meter dari Utara ke Selatan dengan satu gapura di setiap sisinya. Ruang Utamanya menghadap Timur terbagi 5 ruangan yang berisikan Patung Buddha dari Abad 13 dan Lingga.

Yang menarik di Pintu Timur bagian atas terdapat pahatan Buddha dalam posisi tidur atau disebut dengan Buddha in Parinirvana, yang ditambahkan pada Abad 16 oleh King Ang Chan I. Di kanan dan kiri pintunya terpahat Dvarapala sebagai makhluk penjaga pintu. Hiasan relief Churning of the Ocean of Milk, Cerita kehidupan Buddha sebagai Vissantara Jataka dan Apsara terpahat sangat bagus dan jelas di Candi Ta Prohm ini. Hingga kini, tempat ini masih digunakan untuk beribadah.

Di Candi Ta Prohm yang tak banyak turis dan cenderung sepi ini, saya bertemu dengan seorang nenek yang kelihatannya sedang sakit dan dengan bahasa tubuh seadanya, saya mencoba berkomunikasi dengannya. Cara komunikasi yang aneh ini menarik perhatian sekelompok perempuan remaja lokal yang kemudian mendatangi saya untuk membantu menjadi penerjemah dan kemudian menemani saya menyusuri Tonle Bati. Bersama dengan anak-anak kecil yang mengikuti sejak awal, saya melebur ke dalam sebuah persahabatan dengan mereka yang penuh gelak tawa. Mereka mendandani saya dengan bunga untuk diselipkan di telinga, memberi saya bunga lotus, chit-chat mengenai sekolah, dan hal-hal ringan mengenai perempuan. Sebuah kegembiraan yang lengkap pada sebuah traveling.

Yeay Peov Temple

Candi kecil yang menghadap Timur dengan luas sekitar 7 meter persegi ini berada dalam kompleks Pagoda atau Wat Tonle Bati. Dibangun sekitar abad 13 dalam kurun waktu yang sama dengan Candi Ta Prohm yang berada di dekatnya. Di sisi sebelah barat terdapat pahatan Dancing Vishnu, yang hanya ada di Candi ini untuk seluruh Cambodia, yang menggambarkan tujuan penciptaan, pemeliharaan dunia dan umat manusia. Menurut cerita, candi ini hanya diperuntukkan untuk kaum perempuan.

Menurut legenda, candi ini dibangun untuk menghormati seorang perempuan yang merupakan anak nelayan yang telah membesarkan anak Raja dengan penuh kasih sayang.

Wat Tonle Bati

Di dalam kompleks Pagoda yang hingga kini masih tetap digunakan sebagai tempat ibadah ini terdapat banyak patung yang menggambarkan kehidupan Buddha. Di sebuah ruang terbuka, terdapat 5 buah patung Buddha yang cukup besar, dengan patung Buddha yang ditengah yang disebut dengan Buddha Maitreya yang akan dipercaya akan mendapatkan pencerahan pada tahun 5000 era Buddhist. Patung ini diapit oleh empat patung Buddha lainnya yang telah mendapatkan pencerahan. Tepat di seberang danau dari Pagoda Tonle Bati ini terdapat Koh Knor Pagoda.

Tonle Bati

Tidak jauh dari Pagoda, sepanjang pinggir danau Tonle Bati terdapat banyak pondokan tempat beristirahat dengan beratapkan seng atau daun palem kering yang dapat disewa oleh pengunjung sekitar 25.000 Riel, untuk bersantai sambil makan dan minum atau piknik. Di musim kemarau danau Tonle Bati ini memiliki lebar 1000 meter dengan kedalaman 2.5 meter sedangkan pada musim hujan bisa mencapai 1500 meter dan  kedalaman 4 meter. Tentu, tempat ini penuh dikunjungi turis domestic maupun internasional saat akhir pekan atau hari libur.

Sayang sekali saya tidak bisa berlama-lama menikmati udara segar Tonle Bati karena harus segera kembali ke Phnom Penh, namun wisata kali ini tetap membawa kesan mendalam. Selalu ada hal yang menyenangkan yang dapat diceritakan. Dalam perjalanan kembali, di suatu tempat saya melihat banyak petugas berjaga-jaga di sebuah rumah besar di pinggir jalan dengan banyak mobil bagus di dalamnya. Pengemudi tuk-tuk sambil mengemudi mengatakan, mereka adalah rombongan Sok An, salah satu tokoh penting di Cambodia, yang mungkin sedang berkunjung ke daerah itu. Dimana-mana sama saja, Ada gula ada semut…

2 pemikiran pada “Tonle Bati, Tempat Wisata di sekitar Phnom Penh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s