Menghindari Pencurian Tas didalam Tuk-tuk


Belakangan ini, di dalam mailing-list dan forum, tidak jarang ada posting mengenai pengalaman yang tidak menyenangkan selama bepergian seperti pencurian tas yang berisikan passport/dokumen penting, uang atau barang-barang berharga seperti kamera, HP dll. Walaupun bisa terjadi di mana saja di dunia ini, belakangan ini sering diberitakan terjadi di Phnom Penh, Cambodia. Tentu saja, perjalanan yang direncanakan dengan penuh kebahagiaan bisa berantakan dengan terjadinya peristiwa seperti ini. Walaupun tidak pernah mengalaminya langsung, dan mudah-mudahan jangan sampai terjadi, artikel singkat ini agar kita bisa menikmati perjalanan kita tanpa kehilangan kewaspadaan terhadap kemungkinan kejahatan.

Bentuk pencurian yang kerap terjadi adalah pencuri yang menggunakan sepeda motor mengambil tas tangan yang diletakkan di samping penumpang tuk-tuk. Di Cambodia, tuk-tuk merupakan kendaraan yang terbuka. Pengemudi motor atau orang yang berjalan kaki memang dapat dengan leluasa mengambil barang yang diletakkan begitu saja didalam tuk-tuk.

1. Sadari bahwa kita bisa belajar dari pengalaman buruk orang lain.

Mendengar atau membaca orang lain mengalami hal buruk, lalu muncul perasaan empati terhadap yang mengalaminya, belum cukup untuk melindungi diri. Tindakan nyatanya adalah mengambil hikmah dari peristiwa itu dan melakukannya. Mengamankan diri sendiri dalam perjalanan, serta… , jangan lupa berdoa!

2. Rencanakan perjalanan dengan memperhatikan tingkat keamanan secara general.

  • Rencanakan perjalanan dengan cermat, dengan mengenal tingkat mawas diri Anda dan anggota rombongan. Artinya jika Anda cenderung orang siang, yang lebih ‘hidup’ pada saat siang hari, maka perjalanan yang lebih ‘menantang’ sebaiknya dilakukan pada saat siang dan disesuaikan dengan melandainya tingkat kewaspadaan Anda. Luangkan waktu untuk istirahat cukup.
  • Kenali tempat destinasi Anda baik saat riset. Orientasi lokasi sangat membantu untuk menjaga keamanan Anda sendiri. Kenali budayanya, kebiasaan orang-orangnya. Semakin sulit tingkat ekonomi di destinasi Anda, maka risiko terjadi kejahatan semakin besar. Termasuk bila nilai konsumtif-isme daerah setempat atau life style tinggi. Kenali daerah rawannya.
  • Semakin banyak anggota rombongan yang bepergian bersamaan, maka pengawasan akan semakin sulit dan bertambah sulit dengan semakin banyaknya anak-anak atau orang lanjut usia. Demikian pula apabila memasuki kawasan/destinasi yang penuh orang baik sesama turis maupun penduduk lokal.

3. Tempelkan ‘Nyawa’ Anda

Jika bepergian keluar Negeri, passport adalah dokumen yang selevel dengan ‘nyawa’ Anda, anggaplah demikian. Jangan berpisah dengannya sedikitpun. Masukkan ke dalam tas kecil dari kain yang melilit dan menempel pada badan Anda (dijual di toko jual koper/travelbags). Dapat digunakan dibalik T-shirt Anda. Buat copy document-nya, simpan di bagasi/ransel. Scan dan simpan juga di dalam web-mail Anda. Bisa juga disimpan dalam dalam kamera/HP.

4. Pisahkan uang ke tempat yang berbeda.

Bila Negara tujuan tersedia ATM yang tergabung dalam jaringan internasional, maka tidak perlu membawa uang cash dalam jumlah banyak. Sediakan dompet untuk uang nominal besar dan uang kecil. Dompet untuk nominal besar hanya diakses terbatas, berbeda untuk uang kecil yang diakses lebih sering. Jangan simpan banyak cash di dompet sehingga terlihat banyak uang saat membuka dompet. Manfaatkan safe deposit box di Hotel, jika ada.

5. Credit Card

Bawa 1 atau 2 credit card international yang paling reliable digunakan dan cukup limitnya. Semakin tinggi unused Limit dalam credit card Anda, berarti Anda membawa porsi potensi belanja yang besar (termasuk bila disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab). Pisahkan satu sama lain ke dalam tempat yang berbeda.

6. Tas tangan Anda adalah Your “New Baby-born”.

Apabila memang ingin membawa tas tangan, pastikan bahwa tas tangan Anda adalah your “new baby-born”. Tidak boleh lengah sedikitpun dan senantiasa harus ‘minum susu’ (sehingga selalu diletakkan di dada). Masukkan barang-barang yang paling penting ke dalam tas tangan Anda. Tas tangan itu harus terikat dengan Anda.

7. Minimalkan bawaan Anda.

Semakin sedikit bawaan Anda, maka semakin ringan Anda melakukan kontrol dan pengawasan atas barang-barang Anda. Jika semua barang Anda masukan ke dalam ransel, maka hanya ransel yang perlu Anda ingat untuk selalu dimonitor. Bayangkan, bila Anda harus membawa ransel di punggung, bawa tas kamera di bahu kanan, tripod di bahu kiri, tas belanjaan pasangan di tangan kanan dan menggandeng si Anak dengan tangan kiri

8. Selalu Mawas Diri (Aware)

Jangan karena sedang berlibur, Anda dengan mudah terbujuk, mau mengikuti arahan orang lain (lokal) yang baru dikenal. Kenali batas antara orang baik dan orang yang terlihat seperti ‘too good to be true’. Biasanya disini naluri dan common sense banyak berperan. Bila tidak merasa nyaman, jangan diteruskan. Sebisa mungkin catat no HP-nya saat awal negosiasi. Sadari, begitu melibatkan sejumlah uang, pastikan Anda mendapatkan apa yang Anda tukarkan dengan uang itu.

9. Catat nomor-nomor penting dan registrasikan diri Anda

Sebagai orang Indonesia, pastikan Anda mengetahui letak KBRI dan teleponnya di Negara tujuan Anda. Biasakan daftar ke Kedutaan Besar atau kantor konsulat mengenai keberadaan Anda di negara tersebut. Minimal keberadaan Anda teridentifikasi. Biasanya daftar secara online.

10. Jangan Panik.

Kalaupun Anda masih kecurian, karena dimanapun bisa terjadi, jangan panik. Jika kehilangan passport, hubungi segera KBRI, catat semua dokumen yang hilang, cetak dokumen-dokumen pendukung. Bersikap emosional tidak akan mengembalikan kehilangan Anda. Ambil positifnya saja, karena pasti ada nilai baiknya. Dan lebih penting: jangan kapok bepergian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s